1. UNSUR-UNSUR PEMBANGUN MANUSIA
Terdapat 2 unsur dari pembangun manusia yang dapat dijadikan acuan, jika dilihat dari sudut pandangnya unsur-unsur pembangun manusia yaitu :
A. Jasad: yaitu bentuk kasar dari manusia yang dapat dilihat dan menempati suatu ruang dan waktu
B. Hayat: Mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak
C. Roh: yaitu bimbingan dan pimpinan tuhan yang bekerja secara spiritual sesuai dengan keyakinannya masing-masing
D. Nafas: sesuatu hal yang selalu akan dilakukan manusia secra tanpa disadari
Dari keempat unsur tersebut terdapat 3 macam atau 3 unsur yang ada di dalam diri manusia yaitu :
A. ID: Merupakan struktur dari data diri manusia menyangkut gender,data keluarga dan lain-lain
B. Ego: merupakan bagian atau struktur bagian dari ID berperan menghubungkan energi yang diberikan oleh iD biasanya berkembang di umur 1 atau 2 tahun.
C. Superego: pembentuk kepribadian di posisi paling akhir, biasanya muncur di antara usia 5 tahun, superego terbentuk karena lingkungan eksternal.
2. HAKEKAT MANUSIA
A. Makhluk hidup yang memiliki tenaga digunakan untuk menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
B. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual maupun sosial
C. Makhluk tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang dapat mengandung niat baik atau jahat
D. Sebagai makhluk hidup yang diciptakan paling sempurna dari makhluk lainnya
Manusia adalah makhluk hidup paling sempurna diantara makhluk hidup lainnya, berikut yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya yaitu:
A. Memiliki akal pikiran
B. Memiliki keinginan dan tekad
C. Memiliki perasaan
D. Memiliki kehendak
3. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Kepribadian Bangsa Timur adalah Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Manusia membutuhkan manusia lainnya untuk dapat berinteraksi dan bertahan hidup. Hal tersebut benar – benar dianut oleh masyarakat pada bangsa timur terutama Indonesia. Rasa kebersamaan yang kuat bisa dibilang sebagai kepribadian bangsa. Di Indonesia banyak sekali kebudayaan dan kepribadian yang ada, karena seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki banyak sekali suku sehingga dengan sudah sangat pasti kebudayaannya pun berbeda.
4. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
5. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Unsur-unsur yang ada di dalam kebudayan adalah
A. Unsur kesenian
B. Unsur ilmu
C. Unsur agama dan kepercayaan
D. Unsur bahasa
E. Unsur sistem kemasyarakatan
F. Unsur peralatan dan perlengkapan hidup
G. Unsur sistem kemasyarakatan
6. WUJUD KEBUDAYAAN
Wujud kebudayaan menurut dimensi adalah, menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi 3 yaitu gagasan,aktifitas dan artefak.
A.Gagasan ( Wujud ideal )
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide serta gagasan dan sebagaimana yang bersifat abstrak, tidak dapat diraba atau disentuh. wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau pemikiran warga masyarakat.
B.Aktifitas ( Tindakan )
Aktifitas adalah wujud dari kebudayaan dari suatu tindakan berpola dalam masyarakat. Wujud ini disebut sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak,serta bergaul dengan manusia lainnya yang berdasarkan adat tata dan kelakuan. Sifatnya konkret,terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
C.Artefak ( karya )
Artefak adalah wujud dari kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktifitas,perbuatan,dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat dirasakan,dilihat dan dapat didokumentasikan dan bersifat paling kongkret.
Selain dari diatas ada 3 point dari wujud kebudayaan yaitu:
-Kompleks gagasan
-Kompleks aktifitas
-Wujud sebagai benda
7. ORIENTASI NILAI KEBUDAYAAN
Ada lima masalah dasar dalam hidup yang menentukan orientasi nilai budaya manusia ( kerangka kluckhohn )
A. Hakekat hidup
- Hidup itu buruk
- Hidup itu baik
- Hidup bisa buruk dan baik tapi manusia harus berusaha dan berikhtiar agar hidup bisa menjadi baik
- Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan
B. Hakekat karya
- Karya itu untuk menafkahi hidup
- Karya itu untuk kehormatan
C. Persepsi manusia tentang waktu
- Berorientasi hanya kepada masa kini
- Orientasi masa lalu
- Orientasi masa depan
D. Pandangan terhadap alam
- Manusia tunduk kepada alam yang dashyat
- Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam
- Manusia berusaha menguasai alam
E. Hubungan manusia dengan manusia
- Orientasi kolateral ( horizontal )
- Orientasi vertikal
- Individualisme
8. PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.
9. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Kaitan manusia dan kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Menurut sistem dialektika ini berbentuk tripleks atau triadik. Kedua, dialektika ini bersifat ontologis sebagai sebuah konsep terdapat tiga proses akan dialektika Hegel yaitu.
Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1. Ekstemalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui ekstemalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia
2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
3. Intemalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakamya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.
Sumber :
http://techflavour.wordpress.com/2013/03/24/unsur-unsur-pembangun-manusia/
http://stephen-stephenlucky.blogspot.com/2012/11/wujud-kebudayaan.html
Selasa, 24 Maret 2015
Minggu, 08 Maret 2015
PENALARAN, PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF
Penalaran adalah suatu proses berfikir manusia untuk
menghung-hubungkan data atau pakta yang ada sehingga pada satu kesimpulan
a. PROPOSISI
Proposisi adalah apa yang dihasilkan dengan menggunakan
suatu kalimat. Proposisi dibagi menjadi 4, yaitu bentuk, sifat, kualitas, dan kuantitas.
1 . Bentuk: Tunggal dan jamak.
2 . Sifat: kategorial dan kondisional.
3 . Kualitas: Afirmatif/positif dan negative.
4 . Kuantitas: Universal dan spesifik/khusus.
b.INFERENSI DAN IMPLIKASI
Inferensi merupakan suatu proses untuk menghasilkan informasi dari
fakta yang diketahui.
Inferensi adalah konklusi
logis atau implikasi berdasarkan informasi yang tersedia
implikasi itu artinya akibat, seandainya dikaitkan dengan
konteks bahasa hukum, misalnya implikasi hukumnya, berarti akibat hukum yang
akan terjadi berdasarkan suatu peristiwa hukum yang terjadi.
c. WUJUD EVIDENSI
Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang di
hubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil
pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena
d. CARA MENGUJI DATA
Cara menguji data adalah dengan menggunakan fakta- fakta
yang ada, yang telah tersebar luas. Bisa dengan cara observasi.
e. CARA MENGUJI FAKTA
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita
peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut
baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa
semua bahan itu adalah fakta
f. CARA MENGUJI AUTORITAS
pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau
data eksperimental.
2. paragraf
induktif
Adalah proses penalaran yang bertolak dari
pristiwa-peristiwa yang sifatnya khusus menuju pernyataan atau simpulan umum .
A.Generalisasi
Proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fakta atau
gejala khusus yang diamati lalu ditarik simpulan umum tentang sebagian atau
seluruh gejala yang diamati itu.
B.Analogi
Proses penalaran yang berdasarkan pada pembagian dan
terhadap sejumlah gejala khusus yang dimiliki kesaaan,kemudian ditarik
kesimpulan .
C.Sebab-Akibat
Proses penalaran yang dimulai dengan menggunakan fakta yang
berupa sebab dan sampai pada simpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya.
D.Induksi
Dalam Metode Proposisi
adalah jenis teks yang berfungsi untuk mengungkapkan gagasan
atau mengusulkansesuatu berdasarkan argumentasi yang kuat.
3. Paragraf
deduktif
Adalah Penalaran yang bertolak dari pernyataan yang bersifat
umum menuju pada pernyataan atau simpulan khusus.
1.Menarik
kesimpulan berdasarkan satu premis
Contoh :
Premis : bujur sangkar adalah asegi empat samasisi
Simpulan : a. Bujur sangkar pasti segi empat,tetapi segi
empat belum tentu bujur sangkar
b.
segi empat yang sisi-sisinya horisontalnya tidak sama panjang dengan sisi tegak
lurus bukan bujur sangkar .
(premis adalah pernyataan yang mendasari penalaran untuk
menarik simpulan)
2. Menarik
simpulan berdasarkan dua premis atau lebih , dalam hal ini digunakan penalaran
silogisme.
A.Silogisme
kategorial
Premis umum/ Premis Khusus/ Simpulan
PU : A=B
PK: C=A
S:C=B
KETERANGAN:
A= Semua anggota golongan tertentu
B=Sifat atau kegiatan A
S=Seseorang atau sesuatu bagian dari A
Contoh:
PU:Semua profesor pandai
PK:Prof Dr.B.J Habibie seorang profesor
S: Prof Dr.B.J Habibie pandai.
Silogisme yang diperpendek disebut entinem
Contoh: C=B Karena C=A
Prof Dr.B.J Habibie pandai karena beliau seorang profesor.
B. Silogisme Alternatif
PU:Kegagalan panen daerah itu selalu disebabkan oleh banjir
atau serangan hama.
PK:Tahun ini kegagalan panen daerah itu tidak disebabkan
oleh banjir.
S:Kegagalan panen daerah itu disebabkan oleh serangan hama.
C. Silogisme Hipotesis
PU:Jika hari ini tidak hujan, saya datang ke rumahmu.
PK:Hari ini hujan
S: Saya Tidak datang ke rumahmu.
Sumber:
Drs. Sahri Romadi Dan Drs. H. Rustamaji, M.Pd. ( Panduan Belajar Bahasa indonesia , Halaman29-31)
Edit by : Nokky Panji W, S.S "Kompeten Berbahasa Indonesia III", SMA/MA Bab 7 Halaman 128-134 .
Seni Handayani , Tetty Nurhayati , Budhi Pratyati , Wildan "Bahasa Indonesia 3" SMA IPA/IPS" , BAB 8 Halaman 202-205
Senin, 19 Januari 2015
Tugas Softskill 3
Buatlah kerangka
pemikiran sebuah penelitian?
sumber : http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/departemen-bangunan-30/1138-budi-m
Tugas softskill 2
Jelaskan
metode-metode pengambilan data dalam sebuah penelitian dan cari 1 contoh metode
pengambilan datanya?
Metode
pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh
peneliti untuk pengumpulan data. Teknik dalam menunjuk suatu kata yang abstrak
dan tidak diwujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat dilihat penggunaannya
melalui: angket, wawancara, pengamatan, ujian (tes), dokumentasi, dan
lain-lain. Peneliti dapat menggunakan salah satu atau gabungan teknik
tergantung dari masalah yang dihadapi atau yang diteliti.
Teknik
pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam proses penelitian,
karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan
data yang diperlukan disini adalah teknik pengumpulan data mana yang paling
tepat, sehingga benar-benar didapat data yang valid dan reliable.
Teknik pengumpulan data sangat ditentukan oleh metodologi
penelitian, apakah kuantitatif atau kualitatif. Dalam penelitian kualitatif
dikenal teknik pengumpulan data: observasi, focus group discussion (FGD),
wawancara mendalam (indent interview), dan studi kasus (case study).
Sedangkan dalam penelitian kuantitatif dikenal teknik pengumpulan data: angket (questionnaire),
wawancara, dan dokumentasi.
a. observasi
Pengamatan
melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman,
pembau, perasa). Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik. Observasi merupakan metode yang cukup mudah dilakukan untuk pengumpulan data.
pembau, perasa). Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik. Observasi merupakan metode yang cukup mudah dilakukan untuk pengumpulan data.
Macam-macam observasi :
a. Observasi Partisipatif
Peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang
diucapkan dan berpartisipasi dalam aktivitas.
b. Observasi Terus Terang atau Tersamar
Peneliti berterus terang kepada narasumber bahwa ia sedang melakukan
penelitian dan suatu saat peneliti melakukan tidak berterus terang agar dapat
mengetahui informasi yang dirahasiakan narasumber.
c. Observasi tak Berstruktur
Dilakukan dengan tidak Berstruktur karena fokus penelitian belum jelas dan
apabila masalah sudah jelas, maka dapat dilakukan secara berstruktur dengan
menggunakan pedoman observasi
Obyek dari observasi
- Space : Ruang dalam aspek fisiknya
- Actor : Orang yang terlibat dalam situasi sosial
- Activity : Seperangkat kegiatan yang dilakukan orang
- Object : Benda-benda yang terdapat di tempat itu
- Act : Perbuatan / Tindakan tertentu
- Event : Rangkaian aktivitas yang dikerjakan orang-orang
- Time : Urutan Kegiatan
- Goal : Tujuan yang ingin dicapai
- Feeling : Emosi yang dirasakan dan diekspresikan orang-orang
b. Kuesioner
Kuesioner merupakan alat teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila
peneliti tahu pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan
dari responden (Iskandar, 2008: 77).
Uma sekaran (1992) dalam Sugiyono mengungkapkan beberapa prinsip penulisan
angket yaitu sebagai berikut:
1) Prinsip penulisan angket
- Isi dan tujuan pertanyaan, yang dimaksud disini adalah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan. Kalau berbentuk pengukuran, maka dalam membuat pertanyaan harus teliti, setiap pertanyaan harus ada skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti.
- Bahasa yang digunakan, bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden.
- Tipe dan bentuk pertanyaan, tipe pertanyaan dalam angket dapat berupa terbuka atau tertutup, (dalam wawancara bisa terstruktur dan tidak terstruktur), dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif dan negatif.
- Pertanyaan tidak mendua
- Tidak menanyakan yang sudah lupa
- Pertanyaan tidak menggiring, artinya usahakan pertanyaan tidak menggiring pada jawaban yang baik saja atau yang jelek saja.
- Panjang pertanyaan, pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang, sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi.
- Urutan pertanyaan, urutan pertanyaan dalam angket, dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik, atau dari yang mudah menuju hal yang sulit.
c. Wawancara
Wawancara ialah proses komunikasi atau interaksi untuk
mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab antara peneliti dengan informan
atau subjek penelitian (Emzir, 2010: 50). Dengan kemajuan teknologi informasi
seperti saat ini, wawancara bisa saja dilakukan tanpa tatap muka, yakni melalui
media telekomunikasi. Pada hakikatnya wawancara merupakan kegiatan untuk
memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu atau tema yang diangkat
dalam penelitian. Atau, merupakan proses pembuktian terhadap informasi atau
keterangan yang telah diperoleh lewat teknik yang lain sebelumnya.
Byrne (2001) menyarankan agar sebelum memilih wawancara sebagai metoda
pengumpulan data, peneliti harus menentukan apakah pertanyaan penelitian dapat
dijawab dengan tepat oleh orang yang dipilih sebagai partisipan. Studi
hipotesis perlu digunakan untuk menggambarkan satu proses yang digunakan
peneliti untuk memfasilitasi wawancara.
d.
Dokumen
Selain melalui wawancara dan observasi, informasi juga bisa diperoleh lewat
fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil
rapat, cenderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya. Data berupa dokumen seperti
ini bisa dipakai untuk menggali infromasi yang terjadi di masa silam. Peneliti
perlu memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen tersebut sehingga
tidak sekadar barang yang tidak bermakna
Contoh metode pengambilan data
Berikut ini contoh pengambilan data dengan cara wawancara
Sumber:
Tugas softskill 1
Carilah
wacana yang membedakan pemanfaatan Bahasa Indonesia pada tataran ilmiah, semi
ilmiah, dan non ilmiah ?
1.
Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri
yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan.
Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat
sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting
dsb.
2. Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta
dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak
sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di
masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah
karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik,
anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.
Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.
3. Ilmiah
adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut
metodolog penulisan yang baik dan benar. Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:
* Makalah: karya
tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di
lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari
bahasa Arab yang berarti karangan).
* Kertas kerja:
makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam
lokakarya.
* Skripsi: karya
tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
* Tesis: karya
tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
* Disertasi:
karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh
penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci
Contoh Wacana Ilmiah :Mengenal Kanker
Serviks – Penyakit
Kanker Leher Rahim
Kanker servik
umumnya dikenal dengan penyakit kanker leher rahim, jenis penyakit ini banyak
dialami oleh kaum hawa (wanita). Saat ini, kanker serviks menjadi penyebab
kematian wanita nomor dua di dunia setelah penyakit jantung koroner. Namun
dalam kurun waktu setahun ke depan diprediksi kanker leher rahim akan menjadi
penyebab kematian wanita nomor satu, jika tidak dilakukan upaya deteksi dini
dan pengobatannya. Akan sangat menakutkan..
Di negara-negara
berkembang seperti Indonesia, penyakit kangker serviks merupakan penyebab utama
kematian. Di dunia, setiap dua menit seorang wanita meninggal dunia akibat
kanker serviks. Jadi, jangan lagi memandang ancaman penyakit ini dengan sebelah
mata. Maka waspadalah !
1. Apa itu kanker
serviks? – Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis penyakit kanker
yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu, bagian rahim yang terletak di
bawah, yang membuka ke arah liang vagina. Berawal dari leher rahim, apabila
telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di
seluruh tubuh.
2. Seberapa
berbahaya penyakit ini? – Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini
penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis
kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap
tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak
8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia
merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di
dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti
musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai
stadium lanjut.
3. Apa
penyebabnya? – Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma
Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di
antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV
yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV
tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada
leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia
yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.
4. Bagaimana
penularannya? – Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual,
terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini
dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ
genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya,
penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh
mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus
ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.
5. Apa saja
gejalanya? – Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah
diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan
untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan
penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut.
Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact
bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar
siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah
menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung,
hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.
sumber: http://www.infoceria.com
Contoh wacana semi ilmiahKELAPARAN JADI
PERHATIAN SERIUS
Indeks Kelaparan
Dunia (GHI) tahun 2008 menunjukkan bahwa kelaparan masih merupakan perhatian
serius di dunia dan terjadi perkembangan lambat dalam mengurangi keamanan
pangan. Negara yang memiliki nilai GHI tertinggi kebanyakan berada di wilayah
Sub-Saharan Africa dan Asia Selatan. Negara di daftar paling bawah meliputi
Republik Demokrasi Kongo, Eritrea, Burundi, Republik Niger, dan Sierra Leone.
Hal ini merupakan beberapa penemuan yang tertuang dalam “The Challenge of
Hunger 2008: Global Hunger Index” yang dipublikasikan oleh Welthungerhilfe,
International Food Policy Research Institute (IFPRI), dan Concern Worldwide.
Klaus von Grebmer dan rekannya menyimpulkan bahwa pemecahan krisis pangan
tersebut akan memerlukan beberapa inisiatif seperti bantuan pangan lebih bagi
masyarakat miskin,
investasi lebih besar dalam bidang pertanian, dan batasan untuk menenangkan pasar pangan global.
investasi lebih besar dalam bidang pertanian, dan batasan untuk menenangkan pasar pangan global.
Contoh wacana non
ilmiahTren Pengguna
Narkoba Semakin Muda
Tren
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba saat ini jangkauan permasalahannya
semakin rumit dan meluas dengan berbagai fakta yang ditemukan di masyarakat di
antaranya kecenderungan usia tingkat pemula penyalahguna narkoba yang semakin
muda dan tingginya penyebaran virus HIV/AIDS oleh penyalahguna narkotika
suntik. Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN Drs Made Mangkupastika
didampingi oleh wakalakhar Drs Arifin Rachim dan Ketua Parsi Anwar Fuadi pada
acara Hari Anti Narkoba Internasional (HANI).
Benar-benar terlindungi dari bahaya narkoba mengingat saat ini lebih dari tiga juta masyakat Indonesia menjadi pecandu. Dari jumlah tersebut 500 ribu di antaranya telah mengidap HIV/AIDS dri 800 pecandu suntik yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS.
Saat ini, kata Mangkupastika, penyebaran disinyalir telah merambah sampai tingkat sekolah dasar. Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi perkembangan generasi muda Indonesia, mengingat triliunan uang kita tersedot oleh bandar-bandar narkoba. Karena itu Badan Narkotika Nasional selalu berupaya mengkampanyekan agar generasi muda Indonesia nantinya mampu mengatakan Everybody No Drugs.
Menyadari kondisi di atas, kata kalakhar. Sangat penting bagi kita untuk berupaya menanggulangi keterlibatan generasi muda dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai suatu institusi pemerintah yang memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam hal penanggulangan masalah narkoba, telah merumuskan berbagai kebijakan di berbagai pencegahan, penegakan hokum. Laboratorium terapi dan rehabilitasi maupun penelitian dan pengembangan informatika. Untuk dapat diaplikasikan oleh organisasi pada tingkat daerah, yaitu Badan Narkotika Propinsi (BNP) dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK). Sementara itu Wakil Kepala Pelaksana Harian BNN Drs Arifin Rachim mengatakan, mengingat penyebaran narkoba sudah sampai kepada anak-anak sekolah, sangat tepat kiranya Pada Peringatan Hari Tanpa Narkoba Internasional mengambil tema Children and Drugs…Drugs are not Childs play. Yang mengandung arti “ Narkoba Bukan Mainan Anak-anak”. Tema ini diambil karena anak-anak merupakan eleman masyarakat yang paling rentan terhadap bahayanya narkobayang destruktif. Mengingat sifat anak-anak yang cenderung meniru apa yang diperbuat publik figure. Dalam peringatan HANI 2006 para publik figure diajak serta untuk mengkampanyekan hidup tanpa narkoba, terutama kalangan artis yang disinyalir banyak menggunakan narkoba. Sebenarnya bahaya narkoba dapat menyerang semua kalangan, termasuk anak-anak masih dalam kategori yang harus mendapat perlindungan. Sehingga tanggung jawab perlindungan terhadap mereka menjadi tugas seluruh lapisan masyarakat mulai dari keluarga sampai pemerintah.
Masyarakat harus ikut bertanggung jawab untuk menyejahterakan anak-anak, karena itu sasaran kampanye narkoba terdiri dari orang tua, anggota keluarga, kerabat, kawan, tetangga,guru, pekerja sosial, dan berbagai elemen masyarakat untuk mengawasi dan berbuat sesuatu demi kepentingan anak-anak dengan cara menjauhkan anak-anak dari bahaya narkoba, sebab anak-anak inilah cikal bakal penerus kelangsungan suatu bangsa.
Benar-benar terlindungi dari bahaya narkoba mengingat saat ini lebih dari tiga juta masyakat Indonesia menjadi pecandu. Dari jumlah tersebut 500 ribu di antaranya telah mengidap HIV/AIDS dri 800 pecandu suntik yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS.
Saat ini, kata Mangkupastika, penyebaran disinyalir telah merambah sampai tingkat sekolah dasar. Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi perkembangan generasi muda Indonesia, mengingat triliunan uang kita tersedot oleh bandar-bandar narkoba. Karena itu Badan Narkotika Nasional selalu berupaya mengkampanyekan agar generasi muda Indonesia nantinya mampu mengatakan Everybody No Drugs.
Menyadari kondisi di atas, kata kalakhar. Sangat penting bagi kita untuk berupaya menanggulangi keterlibatan generasi muda dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai suatu institusi pemerintah yang memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam hal penanggulangan masalah narkoba, telah merumuskan berbagai kebijakan di berbagai pencegahan, penegakan hokum. Laboratorium terapi dan rehabilitasi maupun penelitian dan pengembangan informatika. Untuk dapat diaplikasikan oleh organisasi pada tingkat daerah, yaitu Badan Narkotika Propinsi (BNP) dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK). Sementara itu Wakil Kepala Pelaksana Harian BNN Drs Arifin Rachim mengatakan, mengingat penyebaran narkoba sudah sampai kepada anak-anak sekolah, sangat tepat kiranya Pada Peringatan Hari Tanpa Narkoba Internasional mengambil tema Children and Drugs…Drugs are not Childs play. Yang mengandung arti “ Narkoba Bukan Mainan Anak-anak”. Tema ini diambil karena anak-anak merupakan eleman masyarakat yang paling rentan terhadap bahayanya narkobayang destruktif. Mengingat sifat anak-anak yang cenderung meniru apa yang diperbuat publik figure. Dalam peringatan HANI 2006 para publik figure diajak serta untuk mengkampanyekan hidup tanpa narkoba, terutama kalangan artis yang disinyalir banyak menggunakan narkoba. Sebenarnya bahaya narkoba dapat menyerang semua kalangan, termasuk anak-anak masih dalam kategori yang harus mendapat perlindungan. Sehingga tanggung jawab perlindungan terhadap mereka menjadi tugas seluruh lapisan masyarakat mulai dari keluarga sampai pemerintah.
Masyarakat harus ikut bertanggung jawab untuk menyejahterakan anak-anak, karena itu sasaran kampanye narkoba terdiri dari orang tua, anggota keluarga, kerabat, kawan, tetangga,guru, pekerja sosial, dan berbagai elemen masyarakat untuk mengawasi dan berbuat sesuatu demi kepentingan anak-anak dengan cara menjauhkan anak-anak dari bahaya narkoba, sebab anak-anak inilah cikal bakal penerus kelangsungan suatu bangsa.
2
Buatlah
karangan bebas mengenai penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga.
Dikeluargaku itu ada Ayah, Ibu dan adik.
Papa dan Mama berprofesi sebagai tentara dan polwan , keluargaku adalah salah
satu keluarga kecil yang bahagia dari begitu banyak keluarga yang ada .
Aku anak pertama dari dua bersaudara.
Namaku Kevien Pratama Tonda biasa dipanggil kevien , kev , pin , kepin .
Kegemaranku berolahraga berenang , lari , bermain futsal dan basket bersama
teman-teman . Ayahku bernama Senmart Tonda bekerja membela negara sebagai
seorang TNI. Ayahku merupakan lelaki yang
sangat aku kagumi , karena ayahku sangat sayang kepada keluarga kecil nya ini .
Ia sangat rajin dalam bekerja dan tidak mengenal lelah dalam bekerja , ia
seorang pekerja keras menurutku. Ibuku bernama Vri Eva Muninggar dan ibu
bekerja juga membela negara sebagai polwan (Polisi Wanita) .Ibuku merupakan
sosok yang sangat cakatan dalam mengahapi apapun, ia selalu menjadi orang
pertama yang memberiku semangat dalam menghadapi setiap masalah , aku sangat
dekat dengan ibuku dalam banyak hal.Adikku bernama Valentina Stevani Grace
Tonda, adikku sedang bersekolah digalatia sekolah swasta yang berada didekat
rumah dan sedang duduk dibangku kelas 3 . Terima kasih kepada pembaca, karena
sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca karangan yang penulis buat ini.
Sebelumnya penulis ingin meminta maaf sebesar – besarnya apabila ada kesalahan
pada penulisannya.
Minggu, 26 Oktober 2014
Wacana Membedakan Pemanfaatan Bahasa Indonesia pada Tataran Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah
Wacana ilmiah
Tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan, yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis dan sintesis-analitis.
pemanfataan wacana ini dapat membantu pembacanya menerima informasi dengan suguhan yang telah disediakan secara formal.
contoh wacana ilmiah
terdapat buku ejaan yang disempurnakan. berisi tentang pengejaan kata dan kalimat yang digunakan dalam berbahasa Indonsia, membahas bahasa yang kita gunakan sehari-hari, buku ini pun harus dilengkapi keterangan dan detail-detail yang jelas, dalam menjelaskan tiap maksud dari yang tertulis didalamnya.
Sumber:
· https://hbelric.wordpress.com/2013/11/08/wacana-membedakan-pemanfaatan-bahasa-indonesia-pada-tataran-ilmiah-semi-ilmiah-dan-non-ilmiah/
Wacana Semi Ilmiah
Pengertian wacana semi ilmiah merupakan karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan. Penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi Jenis karangan semi ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam opini, editorial, resensi, anekdot, hikayat, dan karakteristiknya berada diantara ilmiah
Contoh Wacana Semi Ilmiah:
Indeks Kelaparan Dunia (GHI) tahun 2008 menunjukkan bahwa kelaparan masih merupakan perhatian serius di dunia dan terjadi perkembangan lambat dalam mengurangi keamanan pangan. Negara yang memiliki nilai GHI tertinggi kebanyakan berada di wilayah Sub-Saharan Africa dan Asia Selatan. Negara di daftar paling bawah meliputi Republik Demokrasi Kongo, Eritrea, Burundi, Republik Niger, dan Sierra Leone. Hal ini merupakan beberapa penemuan yang tertuang dalam “The Challenge of Hunger 2008: Global Hunger Index” yang dipublikasikan oleh Welthungerhilfe, International Food Policy Research Institute (IFPRI), dan Concern Worldwide. Klaus von Grebmer dan rekannya menyimpulkan bahwa pemecahan krisis pangan tersebut akan memerlukan beberapa inisiatif seperti bantuan pangan lebih bagi masyarakat miskin,
investasi lebih besar dalam bidang pertanian, dan batasan untuk menenangkan pasar pangan global.
Sumber:
· http://rachman-mzr.blogspot.com/2012/10/wacanayang-membedakan-pemanfaatan.html
Wacana Non Ilmiah
TATARAN NONILMIAH
1. Pengertian, Ciri, dan Bentuk Karangan Nonilmiah
Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri karangan nonilmiah:
a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.
Contoh Karangan Nonilmiah
Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman . Contoh wacana non-ilmiah dalam sebuah cerpen adalah
Pemotong Kayu Yang Jujur
Tersebutlah kisah nun jauh di pedalaman, tinggalnya seorang pemotong kayu yang tua dan miskin. Adapun kemampuannya hanyalah mencari rezeki dengan menebang pokok yang sederhana besarnya untuk dijual sebagai kayu api. Hanya isterinyalah peneman hidup saban hari tanpa dikurniakan anak.
Dijadikan cerita, takdirnya pada suatu pagi.......
Pergilah si tua tersebut jauh ke hutan untuk menebang pokok untuk dibuat kayu api. Tidak seperti kebiasaannya, kali ini si isteri tidak dapat menemani si suami kerana sakit.
Maka ke hutanlah si tua seorangan awal pagi sebelum terbit mentari untuk mencari kayu api. Seharianlah si tua menebang pokok dengan kapak besinya yang telah uzur seuzur usianya.... Sehinggalah kepenatan tidak jua dia berhenti.....
Tiba-tiba... genggamannya semakin lemah lalu terlepas kapak kesayangan dari tangannya lalu tercebur kedalam sungai yg dalam. Menangis sayulah si tua kerana kehilangan kapak yang menjadi punca rezeki... hendak terjun mencari takut disambar arus... meratap lah ia mengenangkan nasib...
Maka...bersimpatilah pari-pari dilangit melihat kegundahan si tua tersebut.... lalu turunlah ia bertanya... "wahai orang tua... kenapa bersedih hati"...
Dengan nada perasaan takut dan terkejut diperamati benar-benar, maka tahulah dia si pari-pari telah turun kebumi menyapakan....lalu diceritakan apa yang berlaku...
"Baiklah..akan kubantu mencari kapak engkau yang tenggelam"... lalu dengan serta merta terjunlah si pari-pari ke dalam sungai.... selang beberapa minit timbul lah kembali si paripari sambil mebawa kapak emas lalu dihulur kepada situa.... Dengan sedih jawab situa "..bukan..ini bukan kepunyaan hamba...tidak mampu hamba memiliki kapak emas ini"....
Lalu terjunlah sekali lagi si pari-pari ke dalam sungai dan timbul kembali bersama kapak perak. Tidak jua mengaku si tua kerana itu bukan kapak miliknya. Sekali lagi si pari-pari terjun lalu membawa pula kapak gangsa. Tidak juga si tua itu menerimanya sehinggalah si pari-pari membawakannya kapak besi yang uzur.
Maka apabila terpandang akan kapak itu...giranglah hatinya kerana itulah kapak miliknya. Lalu si pari-pari menyerahkan kapak tersebut kepada si tua. Sebagai balasan kejujuranya kapak emas, perak dan gangsa turut dihadiahkan.
Pulanglah si tua dengan hati yang gembira. Sesampainya ke rumah lalu diceritakan kepada isterinya apa yang berlaku. Si isteri turut bergembira dengan kejujuran suaminya.
Keesokan harinya isteri si tua itupun sihat...
Sumber:
· http://ceritakanak2.blogspot.com/
· http://muthiah-muthiah.blogspot.com/2010/10/wacana-non-ilmiah.html
Penggunaan Bahasa Indonesia dilingkungan Keluarga
Penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam lingkungan keluarga sangat penting. Hal itu dimaksudkan agar kita dapat memahami apa yang lawan bicara kita bicarakan.Keluarga yang berasal dari kalangan terpandang, baik status sosial maupun ekonominya cenderung lebih formal dan sopan di dalam menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar yang sudah jadi kebiasaan turun-temurun keluarga.
Menggunakan bahasa sebaiknya digunakan menurut tempat dan waktu dimana kita berada,agar tidak menimbulkan kesan tidak sopan dan kasar.
Kamis, 14 Agustus 2014
GATAU APA
hai udah lama ga ngepost sekali nya buka ini blog kok isinya tugas semua yak ? sad .
ya namanya juga hidup sob terkadang yang namanya HAPPY ENDING ITU GA ADA .
loh kok jadi happy ending ? wkwk
yah saya juga gatau , jadi nanya siapa dong ?
nanya dia ? yang udah sama orang lain ?*halah
gatau kenapa dari beberapa bulan abad lalu jadi pengen melihara sesuatu , kucing gitu contohnya.
gatau dari mana asal nya tiba-tiba hasrat pengen melihara sesuatu itu muncul.
mungkin karena ....
......
....
...
..
.
ya karena pengen lah , apalagi emang ?
tapi gatau kenapa bisa muncul rasa ingin itu dari mana asalnya tinggal nya dimana anaknya siapa makanan kesukaan apa yang ga disuka apa yang disuka apa yang *masih banyak*
dan sampe sekarang masih gabisa lupa , dan lagi lagi gatau kenapa .
mungkin balik lagi ke atas tadi " NAMANYA JUGA HIDUP SOB"
iya hidup .
kadang diatas , kadang dibawah kadang juga ga dimana-mana .
masih stuck disitu-situ aja.
iya stuck yang abis belanja dikasih stuck, stuck belanja!*damn
bisa juga nyetuck , nyetuckin kamu gitu contohnya . *yihaa ~
awkawkawkawk
entah
gatau
bingung *kalo bingung mikir ya , bukan pegangan*
iya udah mikir , tapi ya gitu .
males mikirin apa yang dipikirin jadi bingung mau mikirin apa yang dipikirin jadinya males mikirin deh.
tapi namanya juga laki, ga takut gagal sob.
gagal sekali , coba lagi.
jodoh ga kemana kok , paling larinya ke mana
iya kemana? loh kok nanya ? katanya kemana.
iya kemana goblok. ya kan kemana . iya kemana nya itu kemana setan.
oh jadi kemana setan nya ?
ya kesana lah
iya kemana tai.
ya kesana
elah ga abis-abis.
iya ga abis lah , kan always on ~
sama kaya anu ku padanya .*yihaa ~
iya udah ah next time kalo lagi ada ide lagi dilanjutin lagi ya .
bhay ~
ya namanya juga hidup sob terkadang yang namanya HAPPY ENDING ITU GA ADA .
loh kok jadi happy ending ? wkwk
yah saya juga gatau , jadi nanya siapa dong ?
nanya dia ? yang udah sama orang lain ?*halah
gatau kenapa dari beberapa bulan abad lalu jadi pengen melihara sesuatu , kucing gitu contohnya.
gatau dari mana asal nya tiba-tiba hasrat pengen melihara sesuatu itu muncul.
mungkin karena ....
......
....
...
..
.
ya karena pengen lah , apalagi emang ?
tapi gatau kenapa bisa muncul rasa ingin itu dari mana asalnya tinggal nya dimana anaknya siapa makanan kesukaan apa yang ga disuka apa yang disuka apa yang *masih banyak*
dan sampe sekarang masih gabisa lupa , dan lagi lagi gatau kenapa .
mungkin balik lagi ke atas tadi " NAMANYA JUGA HIDUP SOB"
iya hidup .
kadang diatas , kadang dibawah kadang juga ga dimana-mana .
masih stuck disitu-situ aja.
iya stuck yang abis belanja dikasih stuck, stuck belanja!*damn
bisa juga nyetuck , nyetuckin kamu gitu contohnya . *yihaa ~
awkawkawkawk
entah
gatau
bingung *kalo bingung mikir ya , bukan pegangan*
iya udah mikir , tapi ya gitu .
males mikirin apa yang dipikirin jadi bingung mau mikirin apa yang dipikirin jadinya males mikirin deh.
tapi namanya juga laki, ga takut gagal sob.
gagal sekali , coba lagi.
jodoh ga kemana kok , paling larinya ke mana
iya kemana? loh kok nanya ? katanya kemana.
iya kemana goblok. ya kan kemana . iya kemana nya itu kemana setan.
oh jadi kemana setan nya ?
ya kesana lah
iya kemana tai.
ya kesana
elah ga abis-abis.
iya ga abis lah , kan always on ~
sama kaya anu ku padanya .*yihaa ~
iya udah ah next time kalo lagi ada ide lagi dilanjutin lagi ya .
bhay ~
Langganan:
Postingan (Atom)
