Selasa, 24 Maret 2015

Manusia dan Kebudayaan

1. UNSUR-UNSUR PEMBANGUN MANUSIA

Terdapat 2 unsur dari pembangun manusia yang dapat dijadikan acuan, jika dilihat dari sudut pandangnya unsur-unsur pembangun manusia yaitu :

A.  Jasad: yaitu bentuk kasar dari manusia yang dapat dilihat dan menempati suatu ruang dan waktu

B.  Hayat: Mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak

C. Roh: yaitu bimbingan dan pimpinan tuhan yang bekerja secara spiritual sesuai dengan keyakinannya masing-masing

D. Nafas: sesuatu hal yang selalu akan dilakukan manusia secra tanpa disadari

Dari keempat unsur tersebut terdapat 3 macam atau 3 unsur yang ada di dalam diri manusia yaitu :

A. ID: Merupakan struktur dari data diri manusia menyangkut gender,data keluarga dan lain-lain

B. Ego: merupakan bagian atau struktur bagian dari ID berperan menghubungkan energi yang diberikan oleh iD biasanya berkembang di umur 1 atau 2 tahun.

C. Superego: pembentuk kepribadian di posisi paling akhir, biasanya muncur di antara usia 5 tahun, superego terbentuk karena lingkungan eksternal.

 2. HAKEKAT MANUSIA

A. Makhluk hidup yang memiliki tenaga digunakan untuk menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
B. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual maupun sosial
C. Makhluk tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang dapat mengandung niat baik atau jahat
D. Sebagai makhluk hidup yang diciptakan paling sempurna dari makhluk lainnya

Manusia adalah makhluk hidup paling sempurna diantara makhluk hidup lainnya, berikut yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya yaitu:

A. Memiliki akal pikiran
B. Memiliki keinginan dan tekad
C. Memiliki perasaan
D. Memiliki kehendak

 3. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR

Kepribadian Bangsa Timur adalah Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Manusia membutuhkan manusia lainnya untuk dapat berinteraksi dan bertahan hidup. Hal tersebut benar – benar dianut oleh masyarakat pada bangsa timur terutama Indonesia. Rasa kebersamaan yang kuat bisa dibilang sebagai kepribadian bangsa. Di Indonesia banyak sekali kebudayaan dan kepribadian yang ada, karena seperti yang kita tahu bahwa Indonesia memiliki banyak sekali suku sehingga dengan sudah sangat pasti kebudayaannya pun berbeda.

 4. PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

 5. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

Unsur-unsur yang ada di dalam kebudayan adalah
A. Unsur kesenian
B. Unsur ilmu
C. Unsur agama dan kepercayaan
D. Unsur bahasa
E.  Unsur sistem kemasyarakatan
F.  Unsur peralatan dan perlengkapan hidup
G. Unsur sistem kemasyarakatan

 6. WUJUD KEBUDAYAAN

Wujud kebudayaan menurut dimensi adalah, menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi 3 yaitu gagasan,aktifitas dan artefak.

A.Gagasan ( Wujud ideal )
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide serta gagasan dan sebagaimana yang bersifat abstrak, tidak dapat diraba atau disentuh. wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau pemikiran warga masyarakat.

B.Aktifitas ( Tindakan )
Aktifitas adalah wujud dari kebudayaan dari suatu tindakan berpola dalam masyarakat. Wujud ini disebut sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak,serta bergaul dengan manusia lainnya yang berdasarkan adat tata dan kelakuan. Sifatnya konkret,terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.

C.Artefak ( karya )
Artefak adalah wujud dari kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktifitas,perbuatan,dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat dirasakan,dilihat dan dapat didokumentasikan dan bersifat paling kongkret.

Selain dari diatas ada 3 point dari wujud kebudayaan yaitu:

-Kompleks gagasan
-Kompleks aktifitas
-Wujud sebagai benda

 7. ORIENTASI NILAI KEBUDAYAAN

Ada lima masalah dasar dalam hidup yang menentukan orientasi nilai budaya manusia ( kerangka kluckhohn )

A. Hakekat hidup
- Hidup itu buruk
- Hidup itu baik
- Hidup bisa buruk dan baik tapi manusia harus berusaha dan berikhtiar agar hidup bisa menjadi baik
- Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan

B. Hakekat karya
- Karya itu untuk menafkahi hidup
- Karya itu untuk kehormatan

C. Persepsi manusia tentang waktu
- Berorientasi hanya kepada masa kini
- Orientasi masa lalu
- Orientasi masa depan

D. Pandangan terhadap alam
- Manusia tunduk kepada alam yang dashyat
- Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam
- Manusia berusaha menguasai alam

E. Hubungan manusia dengan manusia
- Orientasi kolateral ( horizontal )
- Orientasi vertikal
- Individualisme

 8. PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Semua terjadi karena adanya salah satu atau beberapa unsur budaya yang tidak berfungsi lagi, sehingga menimbulkan gangguan keseimbangan didalam masyarakat. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian yaitu : kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi dan filsafat bahkan perubahan dalam bentuk juga aturan-aturan organisasi social. Perubahan kebudayaan akan berjalan terus-menerus tergantung dari dinamika masyarakatnya.

9. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Kaitan manusia dan kebudayaan

Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Menurut sistem dialektika ini berbentuk tripleks atau triadik. Kedua, dialektika ini bersifat ontologis sebagai sebuah konsep terdapat tiga proses akan dialektika Hegel yaitu.

Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :

1. Ekstemalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui ekstemalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia

2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.

3. Intemalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakamya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.

Sumber :

http://techflavour.wordpress.com/2013/03/24/unsur-unsur-pembangun-manusia/

http://stephen-stephenlucky.blogspot.com/2012/11/wujud-kebudayaan.html

Minggu, 08 Maret 2015

PENALARAN, PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF

Penalaran adalah suatu proses berfikir manusia untuk menghung-hubungkan data atau pakta yang ada sehingga pada satu kesimpulan


a. PROPOSISI
Proposisi adalah apa yang dihasilkan dengan menggunakan suatu kalimat. Proposisi dibagi menjadi 4, yaitu bentuk, sifat, kualitas, dan kuantitas.
1 . Bentuk: Tunggal dan jamak.
2 . Sifat: kategorial dan kondisional.
3 . Kualitas: Afirmatif/positif dan negative.
4 . Kuantitas: Universal dan spesifik/khusus.


b.INFERENSI DAN IMPLIKASI
Inferensi merupakan suatu proses untuk menghasilkan informasi  dari  fakta  yang  diketahui.  Inferensi  adalah  konklusi  logis  atau  implikasi berdasarkan informasi yang tersedia
implikasi itu artinya akibat, seandainya dikaitkan dengan konteks bahasa hukum, misalnya implikasi hukumnya, berarti akibat hukum yang akan terjadi berdasarkan suatu peristiwa hukum yang terjadi.


c. WUJUD EVIDENSI
Evidensi adalah semua fakta yang ada, yang di hubung-hubungkan untuk membuktikan adanya sesuatu. Evidensi merupakan hasil pengukuan dan pengamatan fisik yang digunakan untuk memahami suatu fenomena


d. CARA MENGUJI DATA
Cara menguji data adalah dengan menggunakan fakta- fakta yang ada, yang telah tersebar luas. Bisa dengan cara observasi.


e. CARA MENGUJI FAKTA
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta


f. CARA MENGUJI AUTORITAS
pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.



2. paragraf induktif
Adalah proses penalaran yang bertolak dari pristiwa-peristiwa yang sifatnya khusus menuju pernyataan atau simpulan umum .

A.Generalisasi
Proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fakta atau gejala khusus yang diamati lalu ditarik simpulan umum tentang sebagian atau seluruh gejala yang diamati itu.


B.Analogi
Proses penalaran yang berdasarkan pada pembagian dan terhadap sejumlah gejala khusus yang dimiliki kesaaan,kemudian ditarik kesimpulan .

C.Sebab-Akibat
Proses penalaran yang dimulai dengan menggunakan fakta yang berupa sebab dan sampai pada simpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya.

D.Induksi Dalam Metode Proposisi
adalah jenis teks yang berfungsi untuk mengungkapkan gagasan atau mengusulkansesuatu berdasarkan argumentasi yang kuat.



3. Paragraf deduktif
Adalah Penalaran yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum menuju pada pernyataan atau simpulan khusus.

1.Menarik kesimpulan berdasarkan satu premis
Contoh :
Premis : bujur sangkar adalah asegi empat samasisi
Simpulan : a. Bujur sangkar pasti segi empat,tetapi segi empat belum tentu bujur sangkar
                 b. segi empat yang sisi-sisinya horisontalnya tidak sama panjang dengan sisi tegak lurus bukan bujur sangkar .
(premis adalah pernyataan yang mendasari penalaran untuk menarik simpulan)

2.  Menarik simpulan berdasarkan dua premis atau lebih , dalam hal ini digunakan penalaran silogisme.

A.Silogisme kategorial
Premis umum/ Premis Khusus/ Simpulan

PU : A=B
PK: C=A
S:C=B

KETERANGAN:
A= Semua anggota golongan tertentu
B=Sifat atau kegiatan A
S=Seseorang atau sesuatu bagian dari A

Contoh:
PU:Semua profesor pandai
PK:Prof Dr.B.J Habibie seorang profesor
S: Prof Dr.B.J Habibie pandai.

Silogisme yang diperpendek disebut entinem
Contoh: C=B Karena C=A
Prof Dr.B.J Habibie pandai karena beliau seorang profesor.

B. Silogisme Alternatif
PU:Kegagalan panen daerah itu selalu disebabkan oleh banjir atau serangan hama.
PK:Tahun ini kegagalan panen daerah itu tidak disebabkan oleh banjir.
S:Kegagalan panen daerah itu disebabkan oleh serangan hama.

C. Silogisme Hipotesis
PU:Jika hari ini tidak hujan, saya datang ke rumahmu.
PK:Hari ini hujan
S: Saya Tidak datang ke rumahmu.



Sumber:

Drs. Sahri Romadi  Dan Drs. H. Rustamaji, M.Pd. ( Panduan Belajar Bahasa indonesia , Halaman29-31)
Edit by : Nokky Panji W, S.S "Kompeten Berbahasa Indonesia III", SMA/MA Bab 7 Halaman 128-134 .
Seni Handayani , Tetty Nurhayati , Budhi Pratyati , Wildan "Bahasa Indonesia 3" SMA IPA/IPS" , BAB 8 Halaman 202-205

Senin, 19 Januari 2015

Tugas Softskill 3



Buatlah kerangka pemikiran sebuah penelitian?





sumber : http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/departemen-bangunan-30/1138-budi-m

Tugas softskill 2

Jelaskan metode-metode pengambilan data dalam sebuah penelitian dan cari 1 contoh metode pengambilan datanya?
Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk pengumpulan data. Teknik dalam menunjuk suatu kata yang abstrak dan tidak diwujudkan dalam benda, tetapi hanya dapat dilihat penggunaannya melalui: angket, wawancara, pengamatan, ujian (tes), dokumentasi, dan lain-lain. Peneliti dapat menggunakan salah satu atau gabungan teknik tergantung dari masalah yang dihadapi atau yang diteliti.
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam proses penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data yang diperlukan disini adalah teknik pengumpulan data mana yang paling tepat, sehingga benar-benar didapat data yang valid dan reliable.
Teknik pengumpulan data sangat ditentukan oleh metodologi penelitian, apakah kuantitatif atau kualitatif. Dalam penelitian kualitatif dikenal teknik pengumpulan data: observasi, focus group discussion (FGD), wawancara mendalam (indent interview), dan studi kasus (case study). Sedangkan dalam penelitian kuantitatif dikenal teknik pengumpulan data: angket (questionnaire), wawancara, dan dokumentasi.


a. observasi
Pengamatan melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman,
pembau, perasa).  Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik. Observasi merupakan metode yang cukup mudah dilakukan untuk pengumpulan data.
Macam-macam observasi :
a.  Observasi Partisipatif
Peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang diucapkan dan berpartisipasi dalam aktivitas.
b. Observasi Terus Terang atau Tersamar
Peneliti berterus terang kepada narasumber bahwa ia sedang melakukan penelitian dan suatu saat peneliti melakukan tidak berterus terang agar dapat mengetahui informasi yang dirahasiakan narasumber.
c. Observasi tak Berstruktur
Dilakukan dengan tidak Berstruktur karena fokus penelitian belum jelas dan apabila masalah sudah jelas, maka dapat dilakukan secara berstruktur dengan menggunakan pedoman observasi



Obyek dari observasi
  1. Space : Ruang dalam aspek fisiknya
  2. Actor : Orang yang terlibat dalam situasi sosial
  3. Activity : Seperangkat kegiatan yang dilakukan orang
  4. Object : Benda-benda yang terdapat di tempat itu
  5. Act : Perbuatan / Tindakan tertentu
  6. Event : Rangkaian aktivitas yang dikerjakan orang-orang
  7. Time : Urutan Kegiatan
  8. Goal : Tujuan yang ingin dicapai
  9. Feeling : Emosi yang dirasakan dan diekspresikan orang-orang


 b. Kuesioner
Kuesioner merupakan alat teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden (Iskandar, 2008: 77).
Uma sekaran (1992) dalam Sugiyono mengungkapkan beberapa prinsip penulisan angket yaitu sebagai berikut:
1)        Prinsip penulisan angket
  1. Isi dan tujuan pertanyaan, yang dimaksud disini adalah isi pertanyaan tersebut merupakan bentuk pengukuran atau bukan. Kalau berbentuk pengukuran, maka dalam membuat pertanyaan harus teliti, setiap pertanyaan harus ada skala pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang diteliti.
  2. Bahasa yang digunakan, bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden.
  3. Tipe dan bentuk pertanyaan, tipe pertanyaan dalam angket dapat berupa terbuka atau tertutup, (dalam wawancara bisa terstruktur dan tidak terstruktur),  dan bentuknya dapat menggunakan kalimat positif dan negatif.
  4. Pertanyaan tidak mendua
  5. Tidak menanyakan yang sudah lupa
  6. Pertanyaan tidak menggiring, artinya usahakan pertanyaan tidak menggiring pada jawaban yang baik saja atau yang jelek saja.
  7. Panjang pertanyaan, pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang, sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi.
  8. Urutan pertanyaan, urutan pertanyaan dalam angket, dimulai dari yang umum menuju ke hal yang spesifik, atau dari yang mudah menuju hal yang sulit.


     


 c.  Wawancara
Wawancara ialah proses komunikasi atau interaksi untuk mengumpulkan informasi dengan cara tanya jawab antara peneliti dengan informan atau subjek penelitian (Emzir, 2010: 50). Dengan kemajuan teknologi informasi seperti saat ini, wawancara bisa saja dilakukan tanpa tatap muka, yakni melalui media telekomunikasi. Pada hakikatnya wawancara merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang sebuah isu atau tema yang diangkat dalam penelitian. Atau, merupakan proses pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang telah diperoleh lewat teknik yang lain sebelumnya.
Byrne (2001) menyarankan agar sebelum memilih wawancara sebagai metoda pengumpulan data, peneliti harus menentukan apakah pertanyaan penelitian dapat dijawab dengan tepat oleh orang yang dipilih sebagai partisipan. Studi hipotesis perlu digunakan untuk menggambarkan satu proses yang digunakan peneliti untuk memfasilitasi wawancara.

d.      Dokumen
Selain melalui wawancara dan observasi, informasi juga bisa diperoleh lewat fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat, cenderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya. Data berupa dokumen seperti ini bisa dipakai untuk menggali infromasi yang terjadi di masa silam. Peneliti perlu memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen tersebut sehingga tidak sekadar barang yang tidak bermakna












Contoh metode pengambilan data
Berikut ini contoh pengambilan data dengan cara wawancara













 Sumber:



Tugas softskill 1

    Carilah wacana yang membedakan pemanfaatan Bahasa Indonesia pada tataran ilmiah, semi ilmiah, dan non ilmiah ?

1. Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.
2. Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.
3. Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar. Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:
* Makalah: karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
* Kertas kerja: makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
* Skripsi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
* Tesis: karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
* Disertasi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci
Contoh Wacana Ilmiah :Mengenal Kanker Serviks – Penyakit Kanker Leher Rahim
Kanker servik umumnya dikenal dengan penyakit kanker leher rahim, jenis penyakit ini banyak dialami oleh kaum hawa (wanita). Saat ini, kanker serviks menjadi penyebab kematian wanita nomor dua di dunia setelah penyakit jantung koroner. Namun dalam kurun waktu setahun ke depan diprediksi kanker leher rahim akan menjadi penyebab kematian wanita nomor satu, jika tidak dilakukan upaya deteksi dini dan pengobatannya. Akan sangat menakutkan..
Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, penyakit kangker serviks merupakan penyebab utama kematian. Di dunia, setiap dua menit seorang wanita meninggal dunia akibat kanker serviks. Jadi, jangan lagi memandang ancaman penyakit ini dengan sebelah mata. Maka waspadalah !
1. Apa itu kanker serviks? – Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu, bagian rahim yang terletak di bawah, yang membuka ke arah liang vagina. Berawal dari leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh.
2. Seberapa berbahaya penyakit ini? – Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan kira-kira sebanyak 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.
3. Apa penyebabnya? – Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini memiliki lebih dari 100 tipe, di mana sebagian besar di antaranya tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya. Jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks dan paling fatal akibatnya adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Namun, selain disebabkan oleh virus HPV, sel-sel abnormal pada leher rahim juga bisa tumbuh akibat paparan radiasi atau pencemaran bahan kimia yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.
4. Bagaimana penularannya? – Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital. Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.
5. Apa saja gejalanya? – Pada tahap awal, penyakit ini tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Itu sebabnya, Anda yang sudah aktif secara seksual amat dianjurkan untuk melakukan tes pap smear setiap dua tahun sekali. Gejala fisik serangan penyakit ini pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Yaitu, munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan intim (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.


Contoh wacana semi ilmiahKELAPARAN JADI PERHATIAN SERIUS
Indeks Kelaparan Dunia (GHI) tahun 2008 menunjukkan bahwa kelaparan masih merupakan perhatian serius di dunia dan terjadi perkembangan lambat dalam mengurangi keamanan pangan. Negara yang memiliki nilai GHI tertinggi kebanyakan berada di wilayah Sub-Saharan Africa dan Asia Selatan. Negara di daftar paling bawah meliputi Republik Demokrasi Kongo, Eritrea, Burundi, Republik Niger, dan Sierra Leone. Hal ini merupakan beberapa penemuan yang tertuang dalam “The Challenge of Hunger 2008: Global Hunger Index” yang dipublikasikan oleh Welthungerhilfe, International Food Policy Research Institute (IFPRI), dan Concern Worldwide. Klaus von Grebmer dan rekannya menyimpulkan bahwa pemecahan krisis pangan tersebut akan memerlukan beberapa inisiatif seperti bantuan pangan lebih bagi masyarakat miskin,
investasi lebih besar dalam bidang pertanian, dan batasan untuk menenangkan pasar pangan global.
Contoh wacana non ilmiahTren Pengguna Narkoba Semakin Muda
Tren penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba saat ini jangkauan permasalahannya semakin rumit dan meluas dengan berbagai fakta yang ditemukan di masyarakat di antaranya kecenderungan usia tingkat pemula penyalahguna narkoba yang semakin muda dan tingginya penyebaran virus HIV/AIDS oleh penyalahguna narkotika suntik. Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN Drs Made Mangkupastika didampingi oleh wakalakhar Drs Arifin Rachim dan Ketua Parsi Anwar Fuadi pada acara Hari Anti Narkoba Internasional (HANI).
Benar-benar terlindungi dari bahaya narkoba mengingat saat ini lebih dari tiga juta masyakat Indonesia menjadi pecandu. Dari jumlah tersebut 500 ribu di antaranya telah mengidap HIV/AIDS dri 800 pecandu suntik yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS.
Saat ini, kata Mangkupastika, penyebaran disinyalir telah merambah sampai tingkat sekolah dasar. Kondisi ini sangat memprihatinkan bagi perkembangan generasi muda Indonesia, mengingat triliunan uang kita tersedot oleh bandar-bandar narkoba. Karena itu Badan Narkotika Nasional selalu berupaya mengkampanyekan agar generasi muda Indonesia nantinya mampu mengatakan Everybody No Drugs.
Menyadari kondisi di atas, kata kalakhar. Sangat penting bagi kita untuk berupaya menanggulangi keterlibatan generasi muda dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai suatu institusi pemerintah yang memiliki wewenang dan tanggung jawab dalam hal penanggulangan masalah narkoba, telah merumuskan berbagai kebijakan di berbagai pencegahan, penegakan hokum. Laboratorium terapi dan rehabilitasi maupun penelitian dan pengembangan informatika. Untuk dapat diaplikasikan oleh organisasi pada tingkat daerah, yaitu Badan Narkotika Propinsi (BNP) dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK). Sementara itu Wakil Kepala Pelaksana Harian BNN Drs Arifin Rachim mengatakan, mengingat penyebaran narkoba sudah sampai kepada anak-anak sekolah, sangat tepat kiranya Pada Peringatan Hari Tanpa Narkoba Internasional mengambil tema Children and Drugs…Drugs are not Childs play. Yang mengandung arti “ Narkoba Bukan Mainan Anak-anak”. Tema ini diambil karena anak-anak merupakan eleman masyarakat yang paling rentan terhadap bahayanya narkobayang destruktif. Mengingat sifat anak-anak yang cenderung meniru apa yang diperbuat publik figure. Dalam peringatan HANI 2006 para publik figure diajak serta untuk mengkampanyekan hidup tanpa narkoba, terutama kalangan artis yang disinyalir banyak menggunakan narkoba. Sebenarnya bahaya narkoba dapat menyerang semua kalangan, termasuk anak-anak masih dalam kategori yang harus mendapat perlindungan. Sehingga tanggung jawab perlindungan terhadap mereka menjadi tugas seluruh lapisan masyarakat mulai dari keluarga sampai pemerintah.
Masyarakat harus ikut bertanggung jawab untuk menyejahterakan anak-anak, karena itu sasaran kampanye narkoba terdiri dari orang tua, anggota keluarga, kerabat, kawan, tetangga,guru, pekerja sosial, dan berbagai elemen masyarakat untuk mengawasi dan berbuat sesuatu demi kepentingan anak-anak dengan cara menjauhkan anak-anak dari bahaya narkoba, sebab anak-anak inilah cikal bakal penerus kelangsungan suatu bangsa.

2         Buatlah karangan bebas mengenai penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan keluarga.

Dikeluargaku itu ada Ayah, Ibu dan adik. Papa dan Mama berprofesi sebagai tentara dan polwan , keluargaku adalah salah satu keluarga kecil yang bahagia dari begitu banyak keluarga yang ada .
Aku anak pertama dari dua bersaudara. Namaku Kevien Pratama Tonda biasa dipanggil kevien , kev , pin , kepin . Kegemaranku berolahraga berenang , lari , bermain futsal dan basket bersama teman-teman . Ayahku bernama Senmart Tonda bekerja membela negara sebagai seorang TNI.  Ayahku merupakan lelaki yang sangat aku kagumi , karena ayahku sangat sayang kepada keluarga kecil nya ini . Ia sangat rajin dalam bekerja dan tidak mengenal lelah dalam bekerja , ia seorang pekerja keras menurutku. Ibuku bernama Vri Eva Muninggar dan ibu bekerja juga membela negara sebagai polwan (Polisi Wanita) .Ibuku merupakan sosok yang sangat cakatan dalam mengahapi apapun, ia selalu menjadi orang pertama yang memberiku semangat dalam menghadapi setiap masalah , aku sangat dekat dengan ibuku dalam banyak hal.Adikku bernama Valentina Stevani Grace Tonda, adikku sedang bersekolah digalatia sekolah swasta yang berada didekat rumah dan sedang duduk dibangku kelas 3 . Terima kasih kepada pembaca, karena sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca karangan yang penulis buat ini. Sebelumnya penulis ingin meminta maaf sebesar – besarnya apabila ada kesalahan pada penulisannya.

Minggu, 26 Oktober 2014

Wacana Membedakan Pemanfaatan Bahasa Indonesia pada Tataran Ilmiah, Semi Ilmiah, dan Non Ilmiah


Wacana ilmiah

Tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan, yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis dan sintesis-analitis.
pemanfataan wacana ini dapat membantu pembacanya menerima informasi dengan suguhan yang telah disediakan secara formal.


contoh wacana ilmiah

terdapat buku ejaan yang disempurnakan. berisi tentang pengejaan kata dan kalimat yang digunakan dalam berbahasa Indonsia, membahas bahasa yang kita gunakan sehari-hari, buku ini pun harus dilengkapi keterangan dan detail-detail yang jelas, dalam menjelaskan tiap maksud dari yang tertulis didalamnya.

Sumber:

·        https://hbelric.wordpress.com/2013/11/08/wacana-membedakan-pemanfaatan-bahasa-indonesia-pada-tataran-ilmiah-semi-ilmiah-dan-non-ilmiah/


Wacana Semi Ilmiah

Pengertian wacana semi ilmiah merupakan karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan. Penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi Jenis karangan semi ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam opini, editorial, resensi, anekdot, hikayat, dan karakteristiknya berada diantara ilmiah

Contoh Wacana Semi Ilmiah:


Indeks Kelaparan Dunia (GHI) tahun 2008 menunjukkan bahwa kelaparan masih merupakan perhatian serius di dunia dan terjadi perkembangan lambat dalam mengurangi keamanan pangan. Negara yang memiliki nilai GHI tertinggi kebanyakan berada di wilayah Sub-Saharan Africa dan Asia Selatan. Negara di daftar paling bawah meliputi Republik Demokrasi Kongo, Eritrea, Burundi, Republik Niger, dan Sierra Leone. Hal ini merupakan beberapa penemuan yang tertuang dalam “The Challenge of Hunger 2008: Global Hunger Index” yang dipublikasikan oleh Welthungerhilfe, International Food Policy Research Institute (IFPRI), dan Concern Worldwide. Klaus von Grebmer dan rekannya menyimpulkan bahwa pemecahan krisis pangan tersebut akan memerlukan beberapa inisiatif seperti bantuan pangan lebih bagi masyarakat miskin,

investasi lebih besar dalam bidang pertanian, dan batasan untuk menenangkan pasar pangan global.

Sumber:

·        http://rachman-mzr.blogspot.com/2012/10/wacanayang-membedakan-pemanfaatan.html



Wacana Non Ilmiah

TATARAN NONILMIAH

1. Pengertian, Ciri, dan Bentuk Karangan Nonilmiah
Karangan nonilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri karangan nonilmiah:

a. ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b. fakta yang disimpulkan subyektif,
c. gaya bahasa konotatif dan populer,
d. tidak memuat hipotesis,
e. penyajian dibarengi dengan sejarah,
f. bersifat imajinatif,
g. situasi didramatisir, dan
h. bersifat persuasif.

Contoh Karangan Nonilmiah
Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman . Contoh wacana non-ilmiah dalam sebuah cerpen adalah

Pemotong Kayu Yang Jujur

Tersebutlah kisah nun jauh di pedalaman, tinggalnya seorang pemotong kayu yang tua dan miskin. Adapun kemampuannya hanyalah mencari rezeki dengan menebang pokok yang sederhana besarnya untuk dijual sebagai kayu api. Hanya isterinyalah peneman hidup saban hari tanpa dikurniakan anak.

Dijadikan cerita, takdirnya pada suatu pagi.......

Pergilah si tua tersebut jauh ke hutan untuk menebang pokok untuk dibuat kayu api. Tidak seperti kebiasaannya, kali ini si isteri tidak dapat menemani si suami kerana sakit.

Maka ke hutanlah si tua seorangan awal pagi sebelum terbit mentari untuk mencari kayu api. Seharianlah si tua menebang pokok dengan kapak besinya yang telah uzur seuzur usianya.... Sehinggalah kepenatan tidak jua dia berhenti.....

Tiba-tiba... genggamannya semakin lemah lalu terlepas kapak kesayangan dari tangannya lalu tercebur kedalam sungai yg dalam. Menangis sayulah si tua kerana kehilangan kapak yang menjadi punca rezeki... hendak terjun mencari takut disambar arus... meratap lah ia mengenangkan nasib...

Maka...bersimpatilah pari-pari dilangit melihat kegundahan si tua tersebut.... lalu turunlah ia bertanya... "wahai orang tua... kenapa bersedih hati"...

Dengan nada perasaan takut dan terkejut diperamati benar-benar, maka tahulah dia si pari-pari telah turun kebumi menyapakan....lalu diceritakan apa yang berlaku...

"Baiklah..akan kubantu mencari kapak engkau yang tenggelam"... lalu dengan serta merta terjunlah si pari-pari ke dalam sungai.... selang beberapa minit timbul lah kembali si paripari sambil mebawa kapak emas lalu dihulur kepada situa.... Dengan sedih jawab situa "..bukan..ini bukan kepunyaan hamba...tidak mampu hamba memiliki kapak emas ini"....

Lalu terjunlah sekali lagi si pari-pari ke dalam sungai dan timbul kembali bersama kapak perak. Tidak jua mengaku si tua kerana itu bukan kapak miliknya. Sekali lagi si pari-pari terjun lalu membawa pula kapak gangsa. Tidak juga si tua itu menerimanya sehinggalah si pari-pari membawakannya kapak besi yang uzur.

Maka apabila terpandang akan kapak itu...giranglah hatinya kerana itulah kapak miliknya. Lalu si pari-pari menyerahkan kapak tersebut kepada si tua. Sebagai balasan kejujuranya kapak emas, perak dan gangsa turut dihadiahkan.

Pulanglah si tua dengan hati yang gembira. Sesampainya ke rumah lalu diceritakan kepada isterinya apa yang berlaku. Si isteri turut bergembira dengan kejujuran suaminya.

Keesokan harinya isteri si tua itupun sihat...


Sumber:

·        http://ceritakanak2.blogspot.com/

·         http://muthiah-muthiah.blogspot.com/2010/10/wacana-non-ilmiah.html


Penggunaan Bahasa Indonesia dilingkungan Keluarga


            Penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar dalam lingkungan keluarga sangat penting. Hal itu dimaksudkan agar kita dapat memahami apa yang lawan bicara kita bicarakan.Keluarga yang berasal dari kalangan terpandang, baik status sosial maupun ekonominya cenderung lebih formal dan sopan di dalam menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar yang sudah jadi kebiasaan turun-temurun keluarga.

            Menggunakan bahasa sebaiknya digunakan menurut tempat dan waktu dimana kita berada,agar tidak menimbulkan kesan tidak sopan dan kasar.

Kamis, 14 Agustus 2014

GATAU APA

hai udah lama ga ngepost sekali nya buka ini blog kok isinya tugas semua yak ? sad .
ya namanya juga hidup sob terkadang yang namanya HAPPY ENDING ITU GA ADA .
loh kok jadi happy ending ? wkwk

yah saya juga gatau , jadi nanya siapa dong ?
nanya dia ? yang udah sama orang lain ?*halah

gatau kenapa dari beberapa bulan abad lalu jadi pengen melihara sesuatu , kucing gitu contohnya.
gatau dari mana asal nya tiba-tiba hasrat pengen melihara sesuatu itu muncul.
mungkin karena .... 
......
....
...
..
.
ya karena pengen lah , apalagi emang ? 
tapi gatau kenapa bisa muncul rasa ingin itu dari mana asalnya tinggal nya dimana anaknya siapa makanan kesukaan apa yang ga disuka apa yang disuka apa yang *masih banyak*

dan sampe sekarang masih gabisa lupa , dan lagi lagi gatau kenapa .
mungkin balik lagi ke atas tadi " NAMANYA JUGA HIDUP SOB"
iya hidup .
kadang diatas , kadang dibawah kadang juga ga dimana-mana .
masih stuck disitu-situ aja.
iya stuck yang abis belanja dikasih stuck, stuck belanja!*damn

bisa juga nyetuck , nyetuckin kamu gitu contohnya . *yihaa ~
awkawkawkawk

entah 

gatau

bingung *kalo bingung mikir ya , bukan pegangan*

iya udah mikir , tapi ya gitu .
males mikirin apa yang dipikirin jadi bingung mau mikirin apa yang dipikirin jadinya males mikirin deh.

tapi namanya juga laki, ga takut gagal sob.
gagal sekali , coba lagi.
jodoh ga kemana kok , paling larinya ke mana
iya kemana? loh kok nanya ? katanya kemana.
iya kemana goblok. ya kan kemana . iya kemana nya itu kemana setan.
oh jadi kemana setan nya ?
ya kesana lah
iya kemana tai.
ya kesana
elah ga abis-abis.
iya ga abis lah , kan always on ~
sama kaya anu ku padanya .*yihaa ~

iya udah ah next time kalo lagi ada ide lagi dilanjutin lagi ya .
bhay ~